jump to navigation

Bromin November 10, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized.
trackback

BROMIN

Nomor atom (Z) 35
Konfigurasi elektron [Ar]3d¹⁰4s²4p⁵
Massa atom 80
Wujud zat cair
Warna Merah kecoklatan
Titik beku (0C) -7
Titik didih (0C) 59
Kerapatan (g/cm3) 3,12
Kelarutan dalam air (g/ml) 42
Energi pengionan pertama (kJ/mol) 1140
Afinitas elektron (kJ/mol) -325
Keelektronegatifan (skala Pauling) 2,8
Potensial reduksi standar (volt)

 

X2 + 2e 2X

1,06
Jari-jari atom (pm) 115
Jari-jari kovalen (Å) 1,14
Jari-jari ion (X) (Å) 1,82
Energi ikatan X-X (kJ/mol) 193
  • Sejarah

Ditemukan oleh Balard pada tahun 1826, tapi belum dapat dipisahkan secara kuantitatif  hingga 1860. Brom (Yunani: βρωμος, brómos), adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol Br dan nomor atom 35. Unsur dari deret kimia halogen ini berbentuk cairan berwarna merah pada suhu kamar dan memiliki reaktivitas di antara klor dan yodium. Dalam bentuk cairan, zat ini bersifat korosif terhadap jaringan sel manusia dan uapnya menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan. Dalam bentuk gas, brom bersifat toksik.

  • Sifat-sifat

Brom adalah satu-satunya unsur cair non logam. Sifatnya berat, mudah bergerak, cairan berwarna coklat kemerahan, mudah menguap pada suhu kamar menjadi uap merah dengan bau yang sangat tajam., menyerupai klor, dan memiliki efek iritasi pada mata dan tenggorokan. Brom mudah larut dalam air atau karbon disulfida, membentuk larutan berwarna merah, tidak sekuat klor tapi lebih kuat dari iod. Dapat bersenyawa dengan banyak unsur dan memiliki efek pemutih. Ketika brom tumpah ke kulit, akan menimbulkan rasa yang amat pedih. Brom mengakibatkan bahaya kesehatan yang serius, dan peralatan keselamatan kerja harus diperhatikan selama menanganinya.

Banyak brom yang dihasilkan Amerika Serikat digunakan dalam produksi etilen dibromida, komponen pembuatan bensin bersenyawa timbal yang anti-ketukan. Namun karena timbal dalam bensin merusak lingkungan, berarti hal ini akan mempenngaruhi produksi brom di masa yang akan datang.

  • Kegunaan

Brom digunakan untuk desinfektan, zat tahan api, senyawa pemurni air, pewarna, obat, pembersih sanitasi, bromida anorganik untuk fotografi (Perak bromida (AgBr)) dan lain-lain. Bromida organik juga sama pentingnya.

Kegunaannya yang lain di antaranya : Natrium bromida (NaBr) sebagai obat penenang saraf, Metil bromida (CH3Br) zat pemadam kebakaran, dan Etilen dibromida (C2H4Br2) ditambahkan pada bensin untuk mengubah Pb menjadi PbBr2 .

Komentar»

1. cimulat - Oktober 26, 2010

huh rak keren.. udah antusias bangetZZ.. mlah dag ada..😦

2. Suranto Aja - Oktober 8, 2012

gak ada penangannan yaaaa

3. loviana - Oktober 28, 2012

yg sya butuhin itu, bromin bsa dtemukan atau terbentuk dr batuan apa, cara mendaptknnya, n kegunaannya…
thankz

4. Anonim - Maret 28, 2014

Terima kasih!🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: