jump to navigation

Pemberitahuan! Desember 1, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized.
2 comments

Innalillahiwainnailaihirojiuun, telah berpulang ke rahmatulloh… guru kami
tercinta Ibu Endah Yuniar jam 13.30wib
Kami selaku team memanjatkan do’a yang tiada hentinya kepada beliau.
Semoga beliau diberikan pencerahan dialam kuburnya… dihindarkan daris siksa kubur dan diterima di sisi |Alloh S.W.T
Amin

GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Yodium) Desember 1, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized.
add a comment

<href="http://inspirehalogen.files.wordpress.com/2009/12/125116p.jpg"&gt;

Gaky merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan retardasi mental, namun sebelumnya sangat mudah dicegah. Penyakit ini bisa disebut defisiensi yodium atau kekurangan yodium. Penyakit ini sangat sedikit diketahui oleh masyarakat dan mungkin masih merupakan problem yang ditelantarkan. Saat ini diperkirakan 1.6 miliar penduduk dunia mempunyai risiko kekurangan yodium, dan 300 juta menderita gangguan mental akibat kekurangan yodium. Kira-kira 30.000 bayi lahir mati setiap tahun, dan lebih dari 120.000 bayi kretin, yakni retardasi mental, tubuh pendek, bisu tuli atau lumpuh.

Sebagian besar dari mereka mempunyai IQ sepuluh poin di bawah potensinya. Di antara mereka yang lahir normal, dengan konsumsi diet rendah yodium akan menjadi anak yang kurang intelegensinya, bodoh, lesu dan apatis dalam kehidupannya. Sehingga, kekurangan yodium akan menyebabkan masyarakat miskin dan tidak berkembang, sementara pada anak menyebabkan kesulitan belajar.

Risiko itu karena kekurangan yodium dalam dietnya, dan berpengaruh pada awal perkembangan otaknya. Yodium merupakan elemen yang sangat penting untuk pembentukan hormon tiroid.

Hormon itu sangat diperlukan untuk pertumbuhan normal, perkembangan mental dan fisik, baik pada manusia maupun hewan. Efek yang sangat dikenal orang akibat kekurangan yodium adalah gondok, yakni pembesaran kelenjar tiroid di daerah leher.
Di Indonesia telah diadakan penelitian pada anak sekolah dasar antara tahun 1980-1982 di 26 provinsi, didapatkan prevalensi goiter lebih dari 10% apda 68,3% dari 966 kecamatan yang diperiksa, dan di beberapa desa lebih dari 80% penduduknya dengan gondok.

Pada tahun 1998 dilakukan pemeriksaan terhadap 46.000 anak sekolah dari 878 kecamatan yang telah diseleksi pada tahun 1980-1982, dibandingkan data terdahulu prevalensi gondok yang terlihat (visible goiter prevalences) menurun sekitar 37,2 sampai 50%.

Tahun 1991, dilakukan survei di Indonesia bagian Timur (Maluku, Irian Jaya, NTT, Timor Timur) pada 29.202 anak sekolah dan 1749 ibu hamil, didapatkan gondok pada anak sekolah 12-13% dan ibu hamil 16-39%. Kemudian pada tahun 1996, dilakukan survei di 6 propinsi, didapatkan gondok 3,1-5%, di Maluku 33%.
Pada tahun 1998, mulai ada Thyro Mobile, yang memproses data ukuran kelenjar gondok dan kadar yodium dalam urin.
Berdasarkan data survei pada tahun 1980-1982, diperkirakan 75.000 menderita kretin, 3,5 juta orang dengan gangguan mental, bahkan di beberapa desa 10-15% menderita kretin.

Dari data hasil penelitian pada anak sekolah dasar. maka pengertian tentang kekurangan yodium sudah jauh dari hanya menyebabkan gondok saja. Yakni menyebabkan pada tumbuh kembang anak, termasuk perkembangan otaknya, sehingga istilahnya saat ini disebut sebagai ”Gangguan Akibat Kekurangan Yodium” atau disingkat GAKY.

Soal-Soal November 29, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized.
4 comments

Mungkin kurang asik yah kalo hanya kami yang menjelaskan tanpa ada respon dari pembaca semua…
Jadi kami berinisiatif untuk memberikan soal yang cukup mudah untuk diselesaikan oleh para pembaca semua.
Diharapkan dengan adanya soal ini blog ini menjadi lebih ramai dikunjungi dan mendapatkan respon yang baik dari pembaca semua, kami tidak akan panjang lebar lagi… Silahkan mencoba, Good luck!!!<

1. Unsur flourin dapat diperoleh dari elektrolisis leburan KHF2 sesuai persamaan reaksi :
HF(aq) + ½ F¬2(g) e-HF2-(aq)
Jika dihasislkan 2,24 L gas fluorin dalam waktu 965 detik pada keadaan STP, arus yang digunakan dalam proses tersebut adalah……
Jawab :
HF(aq) + ½HF2-(aq) F¬2(g) e-
V = 2,24 L
Mol = V : 22,4
= 2,24 : 22,4
Mol = 0,1 mol
W = massa
W = mol X massa molekul relative
W( F2 ) = mol X Mr F2
W = 0,1 X 34 = 3,4 garam
e = Mr : Val = 34 : 2 = 17
W = e.i.t : 96500
3,4 = 17.i.965 : 96500
i = 200 X 3,4 : 34
= 20 Ampere
2. Kereaktifan unsur halogen menyebabkan unsur tersebut dapat bereaksi dengan unsur-unsur lain. Salah satunya dapat bereaksi dengan H¬¬2 membentuk senyawa halida. Senyawa tersebut terdiri dari HF,HCl,HBr,HI.
a. urutkan kekuatan asam halida tersebut dari asam terkuat.
b. Manakah yang merupakan asam terkuat dan asam terlemah.
c. Mengapa asam halida tersebut paling kuat.
Jawab :
a. HI>HBr>HCl>HF
b. HI = Asam terkuat
HF = Asam terlemah
c. HI adalah asam paling kuat karena ikatannya paling lemah, sehingga mudah
Untuk terurai menjadi H+ dan I-. sehingga H+ yang dihasilkan banyak dan menyebabkan sifat asam pada HI.
3. Manakah reaksi yang dapat berlansung dan tidak?. Jika berlansung tulislah reaksinya dan setarakan!
a. Br2( l ) + NaCl( aq )
b. Cl2( l ) + KI( aq ) 
c. CaCl2( l ) + F2
Jawab :
a. Br2( l ) + NaCl( aq ) –/–
2KCl( aqb. Cl2( l ) + KI( aq ) ) + I2( g )
CaF2( aq ) + Cl2( g )c. CaCl2( l ) + F2
4. Suatu unsur halogen dapat bereaksi dengan non-logam seperti halnya pada senyawa tetraflorohidrazin, N2F4 yang berupa cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai bahan bakar dan tuliskan struktur lewisnya !
Jawab :
7N = 1s 2 2s2 sp3 gol VA electron valensi = 5
9F = 1s2 2s2 2p5 gol VIIA electron valensi = 7
Jumlah N2F4
Jumlah N X Val N = 2 X 5 =10
Jumlah F X Val F = 4 X 7 = 28
____+
38
F – N – N – F
│ │
F F
5. Berapa bilangan oksidasi Cl pada setiap senyawa berikut: HCl, NaOCl, Cl2, ClF3 ?
Jawab :
HCl = +1-1 = 0 biloks Cl = -1
NaOCl = +1-2+1 = 0 biloks Cl = +1
Cl2 biloks Cl = 0
ClF3 = +3-3 = 0 biloks Cl= +3
6. Sebutkan 5 jenis reaksi pada halogen dan berikan contohnya!
Jawab :
a. Reaksi dengan H2O
HClO( aq ) + HBr( aqContoh : Cl2( g ) + H2O( l ) )
b. Reaksi dengan H2
2HBr( aq )Contoh : Br2( g ) + H2( g )
c. Reaksi dengan logam
2FeCl3Contoh : 2Fe + 3Cl2
d. Reaksi dengan non-logam
2ClFContoh : P4 + 6Cl2
e. Reaksi halogen dengan halogen
2ClFContoh : Cl2( g ) + F2( g )
7. Sebutkan beberapa manfaat yang mengandung halogen ?
Jawab :
a. freon( CCl2F2 ) digunakan sebagai pendingin AC dan lemari Es
b. DDT( diclorodifeniltricloroenata ) senyawa yang dipakai sebagai insektisida
c. Metialbromida( CH¬3Br ) senyawa yang dipakai dalam pemadam kebakaran
d. Natriumiodida( NaI ) dicampurkan dalam garam dapur sebagai sumber iodin
e. kaliumklorat( KCl )

oh iya hampir kelupaan…. yang ingin menjawab langsung simpan di comment yah… terimakasih… :D

Kegunaan Halogen November 29, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized.
add a comment

Fluorin
1. Asam flourida digunakan untuk mengukir ( mengetsa ) gelas.
H2SiF6 + CaF2 + 3H2OReaksi : CaSiO3 + 8HF
2. Natrium heksafluoroksilikat ( Na2SiF6 ) digunakan untuk bahan campuran pasta gigi.
3. Natrium fluorida ( NaF ) untuk mengawetkan kayu.
4. Belerang hexafluorida ( SF6 ) sebagai insulator.
5. Kriolit ( Na3AlF6 ) sebagai bahan pelarut dalam pengolahan bahan alumunium.
6. Freon-12 ( CF2Cl2 ) sebagai zat pendingin pada kulkas dan AC.
7. Teflon digunakan sebagai pada peralatan mesin.
Klorin
1. Asam klorida ( HCl ) digunakan pada industri logam. Untuk mengekstrasi logam tersebut.
2. Natrium klorida ( NaCl ) digunakan sebagai garam dapur.
3. Kalium klorida ( KCl ) sebagai pupuk tanaman.
4. Amoniumklorida ( NH4Cl ) sebagai bahan pengisi batu baterai.
5. Natrium hipoklorit ( NaClO ) digunakan sebagai pengelontang ( breaching agent ) untuk kain dan kertas.
Cl- + zat tak berwarnaClO + zat pewarna
6. CaOCl2/( Ca2+ )( Cl- )( ClO- ) sebagai serbuk pengelontang atau kapur klor.
7. Kalsium hipoklorit ([Ca( OCl2 )2 ] sebagai zat disenfekton pada air ledeng.
8. Kalium klorat ( KCl ) bahan pembuat mercon dan korek api.
9. Seng klorida ( ZnCl2 ) sebagai bahan pematri ( solder ).
Bromin
1. Natrium bromide( NaBr )sebagai obat penenang saraf
2. Perak bromide( AgBr )disuspensikan dalam gelatin untuk film fotografi
3. Metil bromide( CH3Br )zat pemadam kebakaran
4. Etilen dibromida( C2H4Br2 )ditambahkan pada bensin untuk mengubah Pb menjadi PbBr2.
Iodin
1. Sebagai obat antiseptic
2. mengidentifikasi amilum
3. Kalium Iodat( KIO3 )ditambahkan pada garam dapur
4. Iodoform( CHI3 )merupakan zat organic
5. Perak Iodida( AgI )digunakan dalam film fotografi.

Pembuatan Halogen November 29, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized.
2 comments

1. pembuatan skala laboratorium
Di laboratorium, zat-zat kimia dibuat dalam jumlah seperlunya untuk digunakan eksperimen/praktikum dengan cara yang cepat dan alat yang sederhana.
Klorin, bromin, dan iodine dapat dihasilkan dari oksidasi terhadap senyawa halida dengan oksidator MnO2 atau KMnO2 dalam lingkungan asam. Senyawa halide dicampurkan dengan MnO2 atau KMnO2 ditambahkan H2SO4 pekat, kemudian dipanaskan.
Reaksi yang berlangsung secara umum :
X2 + Mn2+ + 2H2O2X- + MnO2 + 4H+
5X2 +10X- + 2MnO4- + 16H+ 2Mn2+ + 8H2O
Senyawa klorin juga dapat dibuat dalam skala labooratorium dengan cara :
o Proses Weldon
Dengan memanaskan campuran MnO2, H2SO4, dan NaCl
Na2SO4 + MnSO4 + H2O + Cl2Reaksi : MnO2 + 2H2SO4 + 2 NaCl
o Mereaksikan CaOCl2 dan H2SO4
CaSO4 + H2O + Cl2CaOCl2 + H2SO4
o Mereaksikan KMnO4 dan HCl
2KCl + MnCl2 + 8H2O + 5Cl2KMnO4 + HCl
Sifat oksidator bromin yang tidak terlalu kuat. Dalam proses industri, bromine dibuat dengan cara mengalirkan gas klorin ke dalam larutan bromide.
Reaksi : Cl2 + Br2 +2Cl-2Br-
Dalam skala laboratorium, bromin dibuat dengan cara :
o Mencampurkan CaOCl2, H2SO4, dengan bromida.
CaSO4 + H2O +CaOCl2 + H2SO4 Cl2
Br2 + 2Cl-Cl2 + 2Br-
o Mencampurkan KMnO4 dan HBr pekat.
o Mencampurkan bromide, H2SO4, dan MnO¬2.
Unsur iodine dapat dibuat dengan cara.
o Dengan mereaksikan NaIO3 dan natrium bisilfit.
2NaIO3 + 5N4H2SO3 3NaHSO4 + 2Na2SO4 + H2O + I2
o Dalam skala laboratorium pembuatan iodin analog dengan pembuatan bromin, hanya saja bromida diganti dengan iodida.
 Senyawa HF dan HCl dapat dibuat juga di laboratorium dengan mereaksikan garam halide ( NaF dan CaCl2 ) dengan asam sulfat pekat dan dipanaskan sesuai dengan persamaan reaksiberikut :
Na2SO4 + 2HF2NaF + H2SO4
CaCl2 + H2SO4 CaSO4 +2HCl
Senyawa HI dan HBr tidak dapat dibuat seperti itu karena Br- atau I- akan dioksidasi oleh H2SO4.
Na2SO3 + Br2 + H2O2NaBr + H2SO$
MgI2 + MgSO3 + I¬2 + H2OH2SO4
HBr dan HI biasanya dibuat dengan pereaksi H3PO4.
Na3PO4 + 3HBr3NaBr +H3PO4
Mg3(PO4)2 + 6HI3MgI2 + 2H3PO4
2. Pembuatan dalam industri
Flourin
Flourin diperoleh melalui proses elektrolisis garam kalium hydrogen flourida ( KHF2 ) dilarutkan dalam HF cair, ditambahkan LiF 3% untuk menurunkan suhu sampai 100oC. Elektrolisis dilaksanakan dalam wajah baj dengan katode baja dan anode karbon. Campuran tersebut tidak boleh mengandung air karena F2yang terbentukakan menoksidasinya.
K+ +KHF2 HF2-
H+ + 2F-HF2
H2Katode : 2H+ + 2e-
F2 +Anode : 2F- 2e-
Untuk mencegah kontak ( reaksi ) antara logam Na dan gas Cl2 yang terbentuk digunakan diafragma berupa monel ( sejenis campuran logam ).
 Pembuatan klorin
Proses downs yaitu elektrolisis leburan NaCl ( NaCl cair ). Sebelum dicairkan, NaCl dicampurkan dahulu dengan sedikit NaF agar titik lebur turun dari 800oC menjadi 600oC.
NaKatode : Na+ 2e-
Anode : 2Cl- Cl2 + 2e-
Untuk mencegah kontak ( reaksi ) antara logam Na dan Cl2 yang tebentuk, digunakan diafragma lapisdan besi tipis.
Proses gibbs, yaitu elektrolisis larutan NaCl.
Katode : 2H2O + 2e- 2OH- + H2
Cl2 + 2e-Anode : 2Cl-
Proses deacon
Reaksi :4HCl + O2 2H2O
Berlangsung pada suhu ± 430oC dan tekanan 200 atm. Hasil reaksinya teercampur ± 44% N2.
pembuatan bromin
Air laut mengandung ion bromida ( Br- ) denagn kadar 8 x 10-4.dalam 1 liter air laut dapat diperoleh 3kilogram bromin ( Br2 ).
Campuran udara dan gas Cl2 dialirkan melalui air laut. Cl2 akan mengoksidasi Br- menjadi Br. Udara mendesak Br2 untuk keluar dari larutan.
2Cl- + Br2Cl2 + 2Br-
Br2 dalam air dapat mengalami hidrolisis sesusai reaksi.
Br2 + H2O 2 H+ + Br- + BrO-
Untuk mencegah hidrolissi, kesetimbangan akan digeser ke kiri dengan penambahan H+
Pembuatan Iodin
3NaHSO4 + 2Na2SO4 + H2O + I22NaIO3 + 5NaHSO3
Atau :
2IO3- + 5SO42- + 3H+ + H2O +I25HSO3-
Endapan I2 yang terbentuk disaring dan dimurnikan dengan cara sublimasi.

Catatan Tambahan! November 29, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized.
add a comment

o Energi ikatan (X-X) : Cl2>Br2>F2>I2
F-F Cl2>Br2>I2
Fluorin tidak hanya larut tapi bereaksi juga menghasilkan asam florida (HF).
o Afinitas elekton : Cl2>F2>Br2>I2
F2Cl2>Br2>I2>At2
o Jari-jari atom : F2<Cl2<Br2<I2Cl2>Br2>I2
o Kereaktifan : F2>Cl2>Br2>I2>At2

Daya pengoksidasi
Halogen merupakan oksidator kuat. Daya oksidasi halogen menurun dari atas ke bawah, yaitu dari fluorin ke iodin. Sebaliknya, daya reduksi ion halida (X-) bertambah dari atas ke bawah. Data potensial reduksi:
F2 + 2e- → 2F- Eo= +2,87 Volt
Cl2 + 2e- → 2Cl- Eo= +1,36 Volt
Br2 + 2e- → 2Br- Eo= +1,06 Volt
I2 + 2e- → 2I- Eo= +0,54 Volt
Potensial reduksi F2 paling besar sehingga akn mudah mengalami reduksi dan disebut oksidator terkuat. Sedangkan terlemah adalah I2 karena memiliki potensial reduksi terkecil.

Reaksi pendesakkan
Berlangsungnya suatu reaksi tidak hanya ditentukan oleh potensial sel. Tetapi, berlangsung tidaknya suatu reaksi dapat dilihat dari reaksi pendesakkan halogen. Halogen yang terletak lebih atas dalam golongan VII A dalam keadaan diatomik mampu mendesak ion halogen dari garamnya yang terletak dibawahnya.
Contoh:
F2 + 2KCl → 2KF + Cl2
F- Cl- Br- I-
F2 – + + +
Cl2 – – + +
Br2 – – – +
I2 – – – -
2Br- + Cl2 → Br2 + Cl‑
Br2 + 2I- → 2Br- + I2
Br2 + Cl- → (tidak bereaksi)
I2 + Br- → (tidak bereaksi)

(+) bereaksi
(-) tidak bereaksi

Reaksi-reaksi halogen
a. Reaksi dengan logam
Halogen bereaksi dengan sebagian besar logam mengasilkan halide logam dengan bilangan oksidasi tertinggi. Contoh :
2Al + 3Br2 2AlBr3
b. Reaksi dengan hidrogen
Semua halogen bereaksi dengan hydrogen membentuk hydrogen halide (HX).
H2+X2 2HX X=halogen
Flourin dan klorin bereaksi dengan hebat disertai ledakan , tetapi bromine dan iodine bereaksi lambat.
c. Reaksi nonlogam dan metalloid
Reaksi halogen dengan fosforus, arsen, dan antimon menghasilkan trihalida jika halogennya terbatas,atau penta halide jika halogennya berlebihan . Nitrogen tidak bereaksi langsung dengan halogen. Contoh: Si+2F2 → SiF4
d. Reaksi dengan hidrokarbon
Halogen umumnya bereaksi dengan hidrokarbon dengan menggantikan atom hydrogen. Flourin bereaksi sangat hebat tetapi iodine tidak bereaksi. Contoh:
CH4+Cl2 CH3Cl + HCl
e. Reaksi dengan air
Flourin bereaksi hebat dengan air membentuk HF dan membebaskan O2. Halogen yang lainnya mengalami reaki disproporsionasi dalam air. Contoh:
F2 + H2O ↔2HF + ½O2
f. Reaksi dengan basa
Klorin, Bromin, dan Iodin mengalami reaksi disproporsionasi dalam basa.
Jika larutan NaOH dipanaskan, maka yang terbentuk adalah NaCl dan NaclO3.
3Cl2 + 6NaOH 5 NaCl + NaClO3 + 3H2O
g. Reaksi antar halogen
Antarhalogen dapat bereaksi membentuk senyawa antar halogen. Reaksinya dapat dinyatakan:
X2 + nY2 2XYn

Sifat asam
a. Asam halida (HX)
Asam halida terdiri dari asam fluorida (HF), asam klorida (HCl), asam bromida (HBr), dan asam iodida (HI). Kekuatan asam halida bergantung pada kekuatan ikatan antara HX atau kemudahan senyawa halida untuk memutuskan ikatan antara HX. Urutan kekuatan asam : HF < HCl < HBr HI > HBr > HCl
Senyawa HF, walaupun memiliki Mr terkecil tetapi memiliki ikatan antar molekul yang sangat kuat yaitu “ikatan hidrogen” sehingga titik didihnya paling tinggi.
c. Asam Oksihalida
Asam oksihalida adalah asam yang mengandung oksigen. Halogennya memiliki bilangan oksidasi ( +1,+3, dan +7 ) untuk Cl, Br, I karena oksigen lebih elektronegatifan. Pembentukannya :
Biloks Asam oksilklorida Asam oksilbromida Asam oksiliodida
+1 HClO HBrO HIO
+3 HClO2 HBrO2 HIO2
+5 HClO3 HBrO3 HIO3
+7 HClO4 HBrO4 HIO4
X2O + H2O → 2HXO
X2O3 + H2O → 2HXO2
X2O5 + H2O → 2HXO3
X2O7 + H2O → 2HXO4

Makin banyak Onya maka makin kuat asamnya, begitu pula oksidanya.
d. Kekuatan asam
Semakin banyak atom oksigen pada asam oksilhalida maka sifat asam akan semakin kuat. Hal tersebut akibat atom O disekitar Cl yang menyebabkan O pada O-H sangat polar sehingga ion H+ mudah lepas. Urutan kekuatan asam oksilhalida:
HClO > HBrO > HIO
Asam terkuat dalam asam oksilhalida adalah senyawa HClO4 (asam perklorat).

E. PEMBUATAN HALOGEN
Halogen dapat dibuat melalui reaksi antara mangan (IV) oksida atau kalium permanganat dengan asam klorida, asam bromida atau asam iodida.
Reaksinya :
MnO2 + AHX Mn X2 + X2 + 2H2O.
2KMnO4 + 16 HX 2 Mn X2 + 2 KX + 5X2 + 8H2O

 Fluor (F)
Beberapa mineral penting untuk F yaitu :
CaF2 → fhuspat
CaF2 3Ca3 (PO4)2 garam rangkapnya adalah Ca5 (PO4)3 (F) → Fluoroapatik
Fluor biasanya dibuat dari K2MnF6, bisa juga dengan elektrolisis dan yang lebih praktis adalah dengan menggunakan K2MnF6 yang reaksinya sebagai berikut :
K2MnF6 + 2SbF6 → 2KSbF6 + MnF3 + F2
Cara membuat K2MnF6 adalah dengan menggunakan KMnO4 reaksinya adalah sebagai berikut :
KMnO4 + 2KF + 10HF + 3H2O2 → 2K2MnF6
8 H2O + 3 O2
Cara membuat SbF5 adalah dengan SbCl5 + 5 HF → SbF5 + 5HCl

 Khlor (Cl)
Cara memproduksi Cl :
1. Elektrolisa : Membuat Cl2 lebih banyak menggunakan elektrolisa NaCl.
Elektrolisa 2NaCl + 2H2O → 2NaOH + H2 + Cl2
2. Cara Dekon yaitu : mereaksikan HCl dengan oksigen
2HCl + O2 → Cl2 + H2O
3. Cara Weldon
Cara ini merupakan cara/proses yang di terapkan dalam laboratorium.
Mn + HCl ₂ Cl + MnCl2 + H2O2
4. Dengan mereaksikan KMnO4 dengan HCl
2KMnO4 +16HCl → 5Cl + 2MnCl2 + 2 KCl + 8H2O

 Brom (Br)
Br2 dibuat dengan HBr + H2SO4 → Br2 + SO2 + H2O. Brom terdapat sebagai bromida, dalam jumlah yang jauh lebih kecil bersama klorida. Brom juga dapat di peroleh dari air laut melalui reaksi.: 2Br- + Cl2 → 2Cl- + Br2
Brom adalah cairan kental, mudah bergerak, berwarna merah tua pada suhu kamar. Ia melarut dalam air & dapat bercampur dengan pelarut non polar seperti Cs2 dan CCl4.

 Yod (I)
Iod terdapat sebagai ioda dalam air laut, dan sebagai iodat dalam garam chili (guano). Iod adalah padatan hitam dengan sedikit kilap logam. Ia menyublim tanpa meleleh pada tekanan atmosfer. I2 dapat dibuat dengan mereaksikan iodat (HIO3) dengan HI.
HIO3 + H2SO4 → Hl + SO2 + H2O
I2 susah larut dalam air, sehingga untuk menggunakan I2 maka di larutkan dalam KI.
KI (aq) + I2 (s) → I3- (aq) + K (aq)
KI inilah yang menyebabkan I2 larut. Ion I3- ini dikenal dengan ion polihalogenida.

Fluoride Berbahaya??? November 23, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized.
7 comments

Menggosok gigi merupakan suatu kebiasaan yang tidak akan pernah hilang dari dulu sampai sekarang karena hal tersebut adalah kebiasaan yang mutlak. Kebiasaan ini diajarkan sejak kecil agar gigi tetap sehat. Produk pasata gigi yang banyak mengandung fluoride dipercaya bisa membuat gigi tumbuh dengan baik dan sehat. Namun, bagaimana sebenarnya dampak dari fluoride itu sendiri? Apakah berbahaya atau tidak?

Ternyata setelah diteliti oleh beberapa ahli, fluoride memiliki tingkat kebahayaan yang cukup tinggi bahkan bisa menyebabkan seseorang menderita kanker jika diketahui mengonsumsi fluoride terlalu banyak. Pada anak-anak pun dampaknya sangat banyak, salah satunya menyebabkan gigi keropos atau fluorisis.

Fluoride yang banyak digunakan adalah jenis Sodium Monofluoro Fosfat atau Sodium Fluoride, dengan kadar 250-800 ppm. Fluor merupakan salah satu bahan pasta gigi yang berfungsi memberikan efek detergen disamping bahan abrasi sebagai pembersih mekanik permukaan gigi dan pemberi rasa segar pada mulut. Sementara bahan lainnya Sodium Bikarbonat dan Baking Soda sebagai alkalin untuk mengurangi keasaman plak dan mencegah pembusukan, sedangkan pemutih, pemberi rasa dan sebagainya merupakan bahan tambahan.

Di beberapa negara Eropa penggunaan fluoride ini mulai dikurangi karena dampaknya sangatlah buruk. Namun sayangnya di Indonesia tingkat penggunaannya masih sangatlah tinggi. Bahkan pasta gigi untuk anak-anak pun masih dalam taraf yang cukup besar yaitu 800-1500 ppm. Padahal seharusnya penggunaan fluoride dalam pasta gigi berkisar di bawah 500 ppm apalagi pada anak-anak. Akan tetapi lebih anehnya lagi, pasta gigi untuk anak-anak justru memiliki fluoride yang lebih banyak karena adanya penambahan rasa buah-buahan. Dan lebih parahnya lagi, terkadang anak-anak suka menelan pasta gigi mereka sehingga dampaknya paling bahaya pada anak-anak walaupun belum kelihatan.

Beberapa efek dari fluoride :

• Gigi Fluorisis (keropos)

• Kerusakan gigi (pada stadium lanjut gigi bergaris-garis seperti lubang)

• Dapat menyebabkan turunnya IQ pada anak-anak

• Penuaan dini

• Tulang yang rapuh

• Osteoporosis (keropos tulang)

• Kanker

Jadi sebenarnya fluoride itu sangat berbahaya dan tidak memberikan efek menyehatkan pada gigi dan tulang manusia. Namun fluoride masih bisa digunakan dalam pasta gigi dalam ambang batas yang telah ditentukan yaitu di bawah 500 ppm dan hindari pemberian pasta gigi pada anak-anak di bawah umur lima tahun. Awasi setiap penggunaan pasta gigi anak-anak. Jangan sampai tertelan dan jauhi barang-barang yang mengandung fluoride di atas 500 ppm.

Semoga kita bisa lebih cerdas dalam memilih pasta gigi sehingga kita masih berada dalam batas aman. Namun jika Allah berkehendak lain, who knows? Yang penting kita sudah berusaha. Iya kan teman-teman?

Astatin November 10, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized.
6 comments

.

ASTATIN

Nomor atom (Z) 85
Konfigurasi elektron [Xe]4f¹⁴5d¹⁰6s²6p⁵
Massa atom 210
Wujud zat padat
Titik beku (0C) 302
Titik didih (0C) 337
Keelektronegatifan (skala Pauling) 2,2
Jari-jari atom (pm) 155
  • Sejarah

Disintesis pada tahun 1940 oleh D.R. Corson, K.R. MacKenzie, dan E. Segre di Universitas Kalifornia dengan menembak bismut dengan partikel alfa. Isotop dengan masa paruh waktu  terpanjang, terdapat di alam dengan  isotop uranium dan torium, dan jejak 217At setara dengan 233U dan 239Np, dihasilkan dari integrasi torium dan uranium dengan menghasilkan neutron alamiah. Jumlah astatin di kerak bumi hanyalah kurang dari 1 ons.

  • Produksi

Astatin dapat diroduksi dengan menembak bismut dengan partikel alfa berenergi untuk mendapatkan 209-211At yang tahan lama, untuk selanjutnya disuling dengan memanaskan di udara.

  • Sifat-sifat

Spektrometer massa telah digunakan untuk memastikan bahwa  unsur radioaktif halogen ini berperilaku  kimia sama  halnya dengan  halogen  lainnya, khususnya iod. Astatin dikatakan lebih menyerupai logam daripada iod, dan seperti halnya iod, astatin dapat terakumulasi di kelenjar tiroid. Para peneliti di Brookhaven National Laboratory telah menggunakan metode pembelokan jalur molekul reaktif yang terpancar untuk mengidentifikasi dan mengukur reaksi kimia dengan melibatkan astatin. Astatin merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil pemboman Bismut dengan partikel alfa. Semua isotopnya bersifat radioaktif dan berumur pendek, sehingga sifat-sifatnya belum banyak diketahui

Iodium November 10, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized.
3 comments

IODIUM

Nomor atom (Z) 53
Konfigurasi elektron [Kr]4d¹⁰5s²5p⁵
Massa atom 127
Wujud zat padat
Warna Ungu
Titik beku (0C) 114
Titik didih (0C) 184
Kerapatan (g/cm3) 4,93
Kelarutan dalam air (g/ml) 3
Energi pengionan pertama (kJ/mol) 1008
Afinitas elektron (kJ/mol) -295
Keelektronegatifan (skala Pauling) 2,5
Potensial reduksi standar (volt)X2 + 2e- 2X- 0,54
Jari-jari atom (pm) 133
Jari-jari kovalen (Å) 1,33
Jari-jari ion (X-) (Å) 2,06
Energi ikatan X-X (kJ/mol) 151
  • Sejarah

Ditemukan oleh Courtois ada tahun 1811. Iod tergolong  unsur halogen, terdapat dalam bentuk iodida dari air laut yang terasimilasi dengan rumput laut, sendawa Chili, tanah kaya nitrat (dikenal sebagai kalis, yakni  batuan sedimen kalsium karbonat  yang keras), air garam dari air laut yang disimpan, dan di dalam air payau dari sumur minyak dan garam. Iod atau Yodium yang sangat murni dapat diperoleh dengan mereaksikan kalium iodida dengan tembaga sulfat. Ada pula metode lainnya yang sudah dikembangkan.

  • Sifat-sifat

Iod adalah padatan berkilauan berwarna hitam kebiru-biruan, menguap pada suhu kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat. Iod membentuk senyawa dengan banyak unsur, tapi tidak sereaktif  halogen lainnya, yang kemudian menggeser iodida. Iod menunjukkan sifat-sifat menyerupai logam. Iod mudah larut dalam kloroform, karbon tetraklorida, atau karbon disulfida yang kemudian membentuk larutan berwarna ungu yang indah. Iod hanya sedikit larut dalam air.

Iod memiliki 30 isotop yang sudah dikenali. Tapi hanya satu isotop yang stabil, 127I yang terdapat di alam. Isotop buatan 131I, memiliki masa paruh waktu 8 hari, dan digunakan dalam proses penyembuhan kelenjar tiroid. Senyawa yang paling umum adalah iodida dari natrium dan kalium (KI), juga senyawa iodatnya (KIO3).  Kekurangan iod dapat menyebabkan penyakit gondok.

  • Penanganan

Penanganan  iod harus hati-hati, karena kontak dengan kulit dapat menyebabkan luka; uap iod sangat iritan terhadap  mata dan membran berlendir. Konsentrasi iod di udara yang masih diizinkan adalah 1 mg/m3 (selama 8 jam kerja per hari-40 jam seminggu).

  • Kegunaan

Senyawa iod sangat penting dalam kimia organik dan sangat berguna dalam dunia pengobatan. Iodida dan tiroksin yang mengandung iod, digunakan sebagai obat, dan sebagai larutan KI dan  iod dalam alkohol digunakan sebagai pembalut luar. Kalium iodida juga digunakan dalam fotografi. Warna biru tua dengan larutan kanji merupakan karakteristik unsur bebas iod.

Bromin November 10, 2009

Posted by halogengroup in Uncategorized.
4 comments

BROMIN

Nomor atom (Z) 35
Konfigurasi elektron [Ar]3d¹⁰4s²4p⁵
Massa atom 80
Wujud zat cair
Warna Merah kecoklatan
Titik beku (0C) -7
Titik didih (0C) 59
Kerapatan (g/cm3) 3,12
Kelarutan dalam air (g/ml) 42
Energi pengionan pertama (kJ/mol) 1140
Afinitas elektron (kJ/mol) -325
Keelektronegatifan (skala Pauling) 2,8
Potensial reduksi standar (volt)

 

X2 + 2e- 2X-

1,06
Jari-jari atom (pm) 115
Jari-jari kovalen (Å) 1,14
Jari-jari ion (X-) (Å) 1,82
Energi ikatan X-X (kJ/mol) 193
  • Sejarah

Ditemukan oleh Balard pada tahun 1826, tapi belum dapat dipisahkan secara kuantitatif  hingga 1860. Brom (Yunani: βρωμος, brómos), adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol Br dan nomor atom 35. Unsur dari deret kimia halogen ini berbentuk cairan berwarna merah pada suhu kamar dan memiliki reaktivitas di antara klor dan yodium. Dalam bentuk cairan, zat ini bersifat korosif terhadap jaringan sel manusia dan uapnya menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan. Dalam bentuk gas, brom bersifat toksik.

  • Sifat-sifat

Brom adalah satu-satunya unsur cair non logam. Sifatnya berat, mudah bergerak, cairan berwarna coklat kemerahan, mudah menguap pada suhu kamar menjadi uap merah dengan bau yang sangat tajam., menyerupai klor, dan memiliki efek iritasi pada mata dan tenggorokan. Brom mudah larut dalam air atau karbon disulfida, membentuk larutan berwarna merah, tidak sekuat klor tapi lebih kuat dari iod. Dapat bersenyawa dengan banyak unsur dan memiliki efek pemutih. Ketika brom tumpah ke kulit, akan menimbulkan rasa yang amat pedih. Brom mengakibatkan bahaya kesehatan yang serius, dan peralatan keselamatan kerja harus diperhatikan selama menanganinya.

Banyak brom yang dihasilkan Amerika Serikat digunakan dalam produksi etilen dibromida, komponen pembuatan bensin bersenyawa timbal yang anti-ketukan. Namun karena timbal dalam bensin merusak lingkungan, berarti hal ini akan mempenngaruhi produksi brom di masa yang akan datang.

  • Kegunaan

Brom digunakan untuk desinfektan, zat tahan api, senyawa pemurni air, pewarna, obat, pembersih sanitasi, bromida anorganik untuk fotografi (Perak bromida (AgBr)) dan lain-lain. Bromida organik juga sama pentingnya.

Kegunaannya yang lain di antaranya : Natrium bromida (NaBr) sebagai obat penenang saraf, Metil bromida (CH3Br) zat pemadam kebakaran, dan Etilen dibromida (C2H4Br2) ditambahkan pada bensin untuk mengubah Pb menjadi PbBr2 .

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.